Kisah Kota Gaib Saranjana
Kisah Kota Gaib Saranjana, Kota Modern nan Misterius di Kalimantan Selatan yang Masih Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini, Begini Kisahnya!

Sebuah kisah mistis di pulau kalimantan atau borneo tetang sebuah kota gaib. Meski banyak kisah kota gaib di Kalimantan, namun kali ini Borneo Folk menghadirkan kisah mistis atau juga legenda tentang Kota Gaib di Kalimantan Selatan atau South Borneo. Kota itu berada tepatnya di Kota Baru.
Kota tersebut diberinama Kota Saranjana, meskipun secara administratif di dunia nyata kota tersebut berada di wilayah Kabupaten Kotabaru, tetapi dalam peta kota itupun tak pernah ada. Selaras dengan gelarnya sebagai kota gaib, kota ini tentu saja tidak memiliki bentuk fisik, serta, kepastian keberadaannya secara geografis.
Meski tak ada di dalam peta, tapi masyarakat setempat mempercayai kota tersebut berada di sebuah pulau. Pulau itu diberi nama Pulau Laut, dimana ibu kota Kabupaten Kotabaru berada.
Cerita gaib mengenai keberadaan kota Saranjana tersebut memang santer didengar dari mulut ke mulut beserta seluruh penghuninya. Kota ini disebut sebagai kerajaan gaib atau kota besar alam gaib pada masa lampau.
Namun, sebagian besar masyarakat percaya bahwa kota gaib tersebut berada di bagian selatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Pulau Laut merupakan bagian dari Kabupaten Kota Baru dan ibu kota dari kabupaten ini, didirikan di sana. Pulau laut memiliki bentuk fisik sebagai sebuah pulau, namun tidak dengan kota gaibnya.
Ada alasan mengapa kebanyakan masyarakat percaya bahwa kota gaib tersebut berada di Pulau Laut. Pulau Laut atau disebut ”Laut Pulo” oleh Kesultanan Banjar, merupakan bekas kerajaan Pulau Laut.
Kerajaan Pulau Laut didirikan oleh, Pangeran Jaya Sumitra. Wilayah kerajaan ini terdiri atas, Pulau Laut dan Pulau Sebuku, di lepas pantai bagian tenggara, Pulau Kalimantan, yang sekarang adalah Kabupaten Kota Baru.
Dikatakan juga bahwa Pulau Laut pernah takluk oleh Kerajaan Banjarmasin pada masa kepemimpinan Raja Sultan Suryanullah, kira-kira pada rentang tahun 1500-1540an.
Nah, mungkin, adanya jejak kerajaan tersebut lah, yang membuat kota gaib ini disebut-sebut berada di Pulau Laut.
Katanya, jika manusia masuk ke Kota Saranjana tidak ingin pulang lagi ke alam nyata karena takjub dengan kotanya.
Bahkan ada cerita mobil-mobil mewah pesanan warga Saranjana dari Surabaya, tapi tidak tahu asal pemilik atau pemesannya.
Begitu pula kisah lain tentang kapal ferry yang mengangkut banyak penumpang dari Tanjung Serdang Kotabaru, namun begitu merapat ke Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mendadak sepi.
Katanya disebut-sebut sebagai orang-orang dari Kota Saranjana.
Wallahu a'lam bishawab, kisah dari mulut ke mulut ini merupakan mitos yang berkembang di masayrakat, namun belum bisa dibuktikan.
Namun, mau tidak mau, percaya atau tidak di dunia ini selalu ada hal-hal yang ghaib.

Sebuah kisah mistis di pulau kalimantan atau borneo tetang sebuah kota gaib. Meski banyak kisah kota gaib di Kalimantan, namun kali ini Borneo Folk menghadirkan kisah mistis atau juga legenda tentang Kota Gaib di Kalimantan Selatan atau South Borneo. Kota itu berada tepatnya di Kota Baru.
Kota tersebut diberinama Kota Saranjana, meskipun secara administratif di dunia nyata kota tersebut berada di wilayah Kabupaten Kotabaru, tetapi dalam peta kota itupun tak pernah ada. Selaras dengan gelarnya sebagai kota gaib, kota ini tentu saja tidak memiliki bentuk fisik, serta, kepastian keberadaannya secara geografis.
Meski tak ada di dalam peta, tapi masyarakat setempat mempercayai kota tersebut berada di sebuah pulau. Pulau itu diberi nama Pulau Laut, dimana ibu kota Kabupaten Kotabaru berada.
Cerita gaib mengenai keberadaan kota Saranjana tersebut memang santer didengar dari mulut ke mulut beserta seluruh penghuninya. Kota ini disebut sebagai kerajaan gaib atau kota besar alam gaib pada masa lampau.
Namun, sebagian besar masyarakat percaya bahwa kota gaib tersebut berada di bagian selatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Pulau Laut merupakan bagian dari Kabupaten Kota Baru dan ibu kota dari kabupaten ini, didirikan di sana. Pulau laut memiliki bentuk fisik sebagai sebuah pulau, namun tidak dengan kota gaibnya.
Ada alasan mengapa kebanyakan masyarakat percaya bahwa kota gaib tersebut berada di Pulau Laut. Pulau Laut atau disebut ”Laut Pulo” oleh Kesultanan Banjar, merupakan bekas kerajaan Pulau Laut.
Kerajaan Pulau Laut didirikan oleh, Pangeran Jaya Sumitra. Wilayah kerajaan ini terdiri atas, Pulau Laut dan Pulau Sebuku, di lepas pantai bagian tenggara, Pulau Kalimantan, yang sekarang adalah Kabupaten Kota Baru.
Dikatakan juga bahwa Pulau Laut pernah takluk oleh Kerajaan Banjarmasin pada masa kepemimpinan Raja Sultan Suryanullah, kira-kira pada rentang tahun 1500-1540an.
Nah, mungkin, adanya jejak kerajaan tersebut lah, yang membuat kota gaib ini disebut-sebut berada di Pulau Laut.
Seperti yang kami telusuri di beberapa sumber, nama “Saranjana”, pernah tercatat di Peta Wilayah Pesisir dan Pedalaman Borneo, tahun 1845, yang dibuat oleh Salomon Muller, seorang naturalis asal Jerman, dengan nama “Tandjong Sarandjana”.
Selain itu, kamus berbahasa Belanda yang terbit tahun 1869 berjudul Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indie: bewerkt naar de jongste en beste berigten, halaman 252, juga pernah menyebut nama “Saranjana”.
Kedua sumber tersebut mengatakan bahwa “Saranjana” berada di sebelah selatan Pulau Laut, di tenggara Pulau Kalimantan.
Seiring waktu berjalan, nama “Saranjana” menghilang dari peta begitu saja, terutama setelah kemerdekaan, mungkin saja ada perubahan nama dan lain sebagainya.
Namun, sejak cerita ini kami angkat, belum ada petunjuk mengapa nama “Saranjana” menghilang dari peta.
Selain itu, kamus berbahasa Belanda yang terbit tahun 1869 berjudul Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indie: bewerkt naar de jongste en beste berigten, halaman 252, juga pernah menyebut nama “Saranjana”.
Kedua sumber tersebut mengatakan bahwa “Saranjana” berada di sebelah selatan Pulau Laut, di tenggara Pulau Kalimantan.
Seiring waktu berjalan, nama “Saranjana” menghilang dari peta begitu saja, terutama setelah kemerdekaan, mungkin saja ada perubahan nama dan lain sebagainya.
Namun, sejak cerita ini kami angkat, belum ada petunjuk mengapa nama “Saranjana” menghilang dari peta.
Bagi kalian yang tidak suka membaca, atau susah memahami ketika membaca, di bawah ini ada video yang menceritakan secara lengkap mengenai kisah "Kota Gaib Saranjana"
Banyak warga lokal maupun luar diwilayah tersebut percaya bahwa setidaknya ada beberapa orang yang mengaku pernah masuk ke kota tersebut.
Namun pembuktian secara ilmiah mengnai keberadaan kota Saranjana tersebut sampai sekarang masih misteri.
Meski begitu, ada beberapa kisah yang menyelimuti keberadaan kota Saranjana tersebut yang diyakini oleh masyarakat yang pernah mendengar ceritanya.
Disebutkan pada 1980-an, ada pemerintah setempat dikagetkan oleh kedatangan sejumlah alat berat pesanan dari Jakarta.
Semua alat berat dengan nilai sangat mahal itu dipesan seseorang dengan alamat Kota Saranjana dan telah dibayar lunas.
Padahal, Kota Saranjana di alam nyata secara administratif tidak ada di Kabupaten Kotabaru. Cerita ini melegenda dari mulut ke mulut hingga sekarang.

Pulau Laut yang di yakini ada Kampung Saranjana yang dipercaya menyimpan kisah mistis di Indonesia
Kabar yang beredar dari mereka yang pernah masuk ke kota itu, kotanya sangat maju dengan jalan raya yang lebar, gedung perumahan yang megah dengan pagar rumah tinggi.
Sistem pemerintahannya kerajaaan, mayoritas penduduknya beragama Islam.
Jenis buahnya sama dengan di alam manusia, tapi ukurannya yang raksasa. Jika buah itu dibawa ke alam nyata, ukurannya berubah menjadi ukuran normal.
Namun pembuktian secara ilmiah mengnai keberadaan kota Saranjana tersebut sampai sekarang masih misteri.
Meski begitu, ada beberapa kisah yang menyelimuti keberadaan kota Saranjana tersebut yang diyakini oleh masyarakat yang pernah mendengar ceritanya.
1. Alat berat tak ada pemiliknya
Ini mungkin kisah yang paling sering didengar dan beredar di kalangan masyarakat tentang Saranjana.Disebutkan pada 1980-an, ada pemerintah setempat dikagetkan oleh kedatangan sejumlah alat berat pesanan dari Jakarta.
Semua alat berat dengan nilai sangat mahal itu dipesan seseorang dengan alamat Kota Saranjana dan telah dibayar lunas.
Padahal, Kota Saranjana di alam nyata secara administratif tidak ada di Kabupaten Kotabaru. Cerita ini melegenda dari mulut ke mulut hingga sekarang.

Pulau Laut yang di yakini ada Kampung Saranjana yang dipercaya menyimpan kisah mistis di Indonesia
2. Dihuni makhluk astral
Konon, Kota Saranjana dihuni makhluk astral atau tak kasat mata, berupa jin muslim.Namun ada pula yang mengatakan, Kota Saranjana dihuni manusia namun yang telah menggaib.Kabar yang beredar dari mereka yang pernah masuk ke kota itu, kotanya sangat maju dengan jalan raya yang lebar, gedung perumahan yang megah dengan pagar rumah tinggi.
Sistem pemerintahannya kerajaaan, mayoritas penduduknya beragama Islam.
3. Buah raksasa
Dari cerita yang beredar, buah-buah yang tumbuh di kota Saranjana ukurannya besar dan berkali lipat dari di alam nyata.Jenis buahnya sama dengan di alam manusia, tapi ukurannya yang raksasa. Jika buah itu dibawa ke alam nyata, ukurannya berubah menjadi ukuran normal.
4. Penduduknya cantik dan gagah
Kabarnya penduduk Kota Saranjana secara fisik sama dengan manusia. Namun mereka semua secara fisik lebih cantik untuk perempuan dan prianya gagah. Mereka juga semua ramah-ramah dan bahasa yang digunakan untuk percakapan adalah Bahasa Banjar.Katanya, jika manusia masuk ke Kota Saranjana tidak ingin pulang lagi ke alam nyata karena takjub dengan kotanya.
5. Terdengar suara di malam hari
Pada malam hari, di sekitar Gunung Saranjana, bila memang ditakdirkan bisa mendengar suara-suara dari Kota Saranjana. Bisa terdengar suara alunan musik, atau kendaran yang lalu lalang.Bahkan ada cerita mobil-mobil mewah pesanan warga Saranjana dari Surabaya, tapi tidak tahu asal pemilik atau pemesannya.
Begitu pula kisah lain tentang kapal ferry yang mengangkut banyak penumpang dari Tanjung Serdang Kotabaru, namun begitu merapat ke Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mendadak sepi.
Katanya disebut-sebut sebagai orang-orang dari Kota Saranjana.
Wallahu a'lam bishawab, kisah dari mulut ke mulut ini merupakan mitos yang berkembang di masayrakat, namun belum bisa dibuktikan.
Namun, mau tidak mau, percaya atau tidak di dunia ini selalu ada hal-hal yang ghaib.
ceritanya asik banget bang. saya penduduk kalimantan baru tau ttg cerita ini.. kalimantan memang menyimpan banyak misteriš£
BalasHapus